RUFAIDAH HOME CARE

Beranda » Manajemen Keperawatan » BUDAYA ADMINISTRASI KEPERAWATAN DAN KONSULTASI

BUDAYA ADMINISTRASI KEPERAWATAN DAN KONSULTASI

Mari berteman

RHC Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Budaya administrasi keperawatan  dan konsultasi

Madeleine leininger

Pengetahuan dan jalan kreatif untuk menyediakan konsultasi dan administrasi peduli kesehatan kepada perbedaan budaya dapat memfasilitasi pelayanan kesehatan manusia secara tepat dengan timbal balik yang positif.

Sebagaimana dalam filosofi, ilmu pengetahuan, dan latihan budaya keperawatan menjadi sebuah bagian integral sebuah pemikiran dan cara beraksi, budaya administrasi keperawatan dan konsultasi, yang mana,akan merubah untuk merespon secara sopan kepada orang-orang dan perbedaan sistem kebudayaan. Untuk bisa jadi efektif, perawat, fisikawan dan pekerja kesehatan yang lain harus sadar bahwa admnistrasi mereka dan latihan konsultasi butuh untuk menyesuaikan setiap individu, grup organisasi dan institusi yang dilayani. Berkenaan dengan hal itu, aministrasi dan konsultasi memiliki perbedaan tujuan, mereka seringkali dikaitkan bersama untuk menguatkan usaha keras yang serupa. Admnistrasi dan konsultasi mempunyai sebuah efek  terhadap kesehatan dan pelayanan masyarakat.

Definisi

Budaya administrasi keperawatan bertuju kepada kekreatifitasan proses penilaian pengetahuan perencanaan dan penetuan hasil dari kebijaksanaan yang akan memfasilitasi segi pendidikan dan tujuan pelayanan klinik yang mana masuk ke dalam jumlah penilaian terhadap kepedulian budaya kepercayaan dan simbol-simbol jalan hidup orang yang bermacam-macam, dan persamaan kebudayaan untuk keuntungan pengeluaran. Sebuah administrasi budaya yang kompeten diharapkan untuk menilai dan menyesuaikan satu keputusan kepemimpinan politik dan aksi sehingga mereka cocok didalam sebuah institusi dengan berbagai alasan dan tidak akan terlalu menyinggung di dalam konflik yang besar dengan pengeluran yang timbul.

Perbandingan perspektif keperawatan di dalam pendidikan dan layanan klinik adalah memiliki nilai yang penting dan perlu untuk bagian administrasi untuk menggunakan di dalam keadaan yang sensitive, bermakana dan jalan yang efektif untuk melayani manusia. Dalam budaya konsultasi keperawatan itu membutuhkan tingkat kepekaan yang tinggi, pengetahuan dan orang-orang yang berkompeten. Seorang perawat harus memiliki pengetahuan yang tinggi dan skill diantaranya kemampuan berkomunikasi yang interaktif, pemahaman terhadap kebudayaan manusia. Budaya administrasi keperawatan sangat penting unutk memasuki lingkungan hidup manusia yang mana terdapat banyak perbedaan dan kepercayaan. Yang mana dibutuhkan untuk menghormati dan memahami perbedaan setiap manusia di berbagai macam Ras, suku, dan organisasi. Di era globalisasi ini, pengetahuan, kebudayaan, alat elektronik, dan kompetensi individu sangatlah penting untuk menunjang kesuksesan. Sebagai tambahan pelayanan global marketing dan pengetahuannya merupakan  strategi penting di dalam perbedaan dalam kebudayaan.

Dasar pengetahuan kebudayaan perawat

Pada tahun pertengahan 1950 an perawat merupakan profesi yang diakui dan peran perawat terasa sangatlah penting sejak perang dunia kedua. Dasar pengetahuan transkultural sangat dibutuhkan oleh seorang perawat unutk masa depan. akademis dan klinik pelayanan perawat dan para konsultan sangat diharapkan telah memiliki persiapan di dalam pengetahuan perawatan dan kompetensi yang cukup untuk mencapai fungsi yang optimal tanpa rasa diskriminasi di dalam kerja perawat.

Di USA, telah menawarkan kurang dari satu persen program dokter dan kira-kira 18% program S2 keperawatan. Yang dikhususkan untuk fokus pada budaya administrasi keperawatan dan konsultasi, tidak berbeda pula dengan negara negara maju lainnya. Mereka juga difokuskan dalam hal tekhnologi dan komunikasi elektronik serta manajemen sistem kesehatan yang lebih praktis. Staf admnistrasi keperawatan dipersiapkan untuk dapat menurukan biaya kesehatan para pasien ketika mereka membutuhkan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu dasar pengetahuan budaya keperawatan itu sangat di butuhkan dalam administrasi keperawatan.

Kekhawatiran dan ketakutan

Ketika administrasi dan konsultasi budaya perawat telah menjadi bagian yang dikuasai maka akan memperoleh banyak keuntungan. Dan memperbaiki kualitas pelayanan terhadap konsumen di Rumah sakit.

Biasanya, konsultan perawat banyak menemukan hal baru dan cara yang berbeda saat menolong orang dalam hal pendidikan maupun pelayanan klinik. Pelayanan tersebut memperoleh penghargaan, namun ada juga perawat yang takut membuat perubahan sikp suatu budaya. Hal ini butuh untuk di sadari dengan cara mencegah masalah pendiskriminasian. Beberapa diantara mereka takut terjadi perubahan budaya sehingga mereka tidak akan dapat mengontrol politik yang sebelumnya dan latihan yang mereka hargai. Perawat administrasi berdalih bahwa mereka takut merubah budaya keperwatan yang ada karena staff medis administrasi rumah sakit tidak akan menerima perubahan admnistrasi tersebut. Perawat membutuhkan pengalaman dengan perbedaan kebudayaan di dalam kerja mereka serta memiliki keahlian didalam manajemen bisnis finansial dan adminstrasi yang mempelajari tentang perbedaan budaya. Perawat seperti ini ssering menjadi pemimpin dan didalam akademis ataupun pelayanan admnistrasi oleh kebijakan persiapan bisnis dan finansial.

Beberapa dekade ini, sering dilaksanakan pertukaran pelajar atau perawat dalam rangka persiapan di dalam menentukan budaya keperawatan sehingga perawat atau pelajar tersebut memiliki pengetahuan sosial dan pemahaman budaya yang luas. Dengan pengalaman tersebut dapat mempercepat rasa budaya perawat melalui pengalaman. Para erawat tersebut menggunakan konsep, latihan, prinsip pengalaman mereka secara umum dan hasil yang ingin dicapai.

Tapi, secara umum kekurangan dari cara tersebut adalh terbatasnya fakultas keperawatan, administrasinya dan konsultan di negara lain. Masalah ini membutuhkan diselesaikan dengan segera demi pencegahan untuk kedepannya.

Budaya imprealisme

Untuk mencegah hal tersebut terjadi maka dibutuhkanlah pematangan budaya keperawatan sebelum mereka bekerja di tempat dengan kebudayaan berbeda. Etika dan moral khususnya dalam hal beragama, konflik, bentrok antar warga dapat dijauhi ketika perawat mengetahui dan perawat hanya disiapkan dalam pelayanan kemanusiaan. Ini merupakan sebuah fakta yang menarik bahwa hasil yang negatif di ekspresikan oleh perawat di negara lain. Setelah konsultan barat, administratif, fakultas, atau pelajar telah kembali keasalnya masing-masing. Oleh karena itu akademik, steff administrasi, konsultan perawat mempunyai sebuah kewajiban moral yang menjadi pengetahuan berbudaya dan untuk mempunyai kompetensi sehingga memiliki fungsi yang efektif dalam perbedayaan berbudaya.

Pembelajaran situasi administratif

Berikut ini contoh situasi yang nyata akan tetapi dimodifikasi untuk melindungi hak privasi seseorang.

Di Amerika, ada seorang perawat yang mengemukakan sebuah teori pada perawat-perawat bukan orang barat. Teorinya ialah, mengubah cara asuhan keperawatan yang tradisional menjadi asuhan keperawatan yang lebih modern. Perawat tersebut sangat bersemangat, namun budaya di pulau yang dia singgahi sangat berbeda dan tidak memiliki tekhnologi. Ketika dia mempresentasikan teorinya yang mana cenderung individualsme dan fenomena yang abstrak. Para perawat lokal yang ada disana tidak menget dengan apa yang dipresentasikan perawat tersebut, namun mereka hanya terdiam dan tidak mau bertanya. Perawat lokal malah berfikir  tentang perawat tersebut, dari mana perawat tersebut berasal dan apa yang sedang dia lakukan serta apa keuntungannya bagi para perawat lokal. Hingga akhirnya perawat tersebut meninggalkan temapat tersebut setelah dua hari berkunjung. Ketika perawat tersebut pergi maka timbulah pertanyaan siapakah dia dan apa yang telah dia nasehatkan kepada kita. Beberapa perawat lokal berpendapat bahwa teori yang dikemukakan perawat tersebut tidak cocok dengan keadaan keperawatan mereka karena cenderung individualis dan selfcare. Teori tersebut juga merupakan eori yang sangat egois dan berbeda dengan kepercayaan yang mereka miliki. Kepedulian kelompkmdan keluarga adalah yang terpenting di daerah itu. Para perawat di aerah itu sangat percaya terhadap kepedulian dan pengobatan mereka.tanpa menggunakan tenaga medis yang profesional karena memnag ternbatasnya jumlah tenaga media yang ada disana.

Pada akhirnya perawat itu gagal mencangkup perawat lokal dan budaya mereka. Yang mana menyebabkan pandangan yang negatif dari perawat lokal terhadap perawat tersebut. Sehingga perawat lokal daerah tersebut tidak ingin ada perawat dari daerah lain datang ketempatnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: